Nama saya Harry Sofian, saya seorang arkeolog.
Disertasi saya
tentang sejarah perdagangan logam dan manik-manik kaca di selatan
Sumatra sungai Musi dan Batanghari, serta pegunungan Bukit Barisan.
Lanskap geografis Musi dan Batanghari unik karena terdapat desa-desa
pesisir kuno, pusat-pusat Hindu dan Buddha. Namun, di pegunungan Bukit
Barisan terdapat tradisi megalitik di mana penduduk menggunakan
batu-batu besar untuk upacara keagamaan.
Penelitian saya bertujuan untuk mengeksplorasi pertukaran benda-benda mineral dan teknologi antara budaya megalitik dan Hindu-Buddha. Saya menganalisis sekitar tiga puluh logam dan dua ratus manik-manik kaca. Hasilnya menunjukkan bahwa logam-logam tersebut merupakan produk lokal Sumatra. Namun, manik-manik kaca diimpor dari India, Mesopotamia, dan Mesir.
Kesimpulannya,
jelas bahwa terdapat perdagangan antar kawasan yang luas Hal ini telah
terjadi sejak 2000 tahun yang lalu di Asia Tenggara. Artinya, manusia
telah bergantung pada sumber daya mineral sejak lama. Dan sekarang,
apakah kita bisa hidup tanpa logam atau manik-manik kaca?
Andalah yang dapat menjawabnya.
Terima kasih banyak atas perhatian Anda.
Link original : https://www.ifi-id.com/ringkasan-presentasi-finalis-ma-these-en-180-secondes-mt180-indonesia-2025/#/

ليست هناك تعليقات:
إرسال تعليق